Category: Hukum dan Kriminal

  • The Jak dan Bobotoh Kumpul Bareng di Polrestro Bekasi Kota, Sepakat Jaga Persaudaraan

    The Jak dan Bobotoh Kumpul Bareng di Polrestro Bekasi Kota, Sepakat Jaga Persaudaraan

    Perwakilan The Jakmania dan Bobotoh Kota Bekasi bertemu dengan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana dalam Forum Silaturahmi Antarsuporter di Mapolres Metro Bekasi Kota


    Jakarta – Perwakilan The Jakmania dan Bobotoh Kota Bekasi bertemu dengan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana dalam Forum Silaturahmi Antarsuporter di Mapolres Metro Bekasi Kota. Pertemuan ini digelar menjelang pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), besok.
    Forum berlangsung hangat dan terbuka. Kedua suporter menyatukan semangat menyambut laga secara tertib dan sportif sekaligus menunjukkan perbedaan klub kebanggaan tidak menghalangi terjalinnya hubungan yang guyub.

    “Identitas sebagai suporter tidak semestinya menciptakan jarak. Justru melalui kecintaan kepada klub masing-masing. The Jakmania dan Bobotoh dapat memperlihatkan bahwa sepakbola memiliki kekuatan untuk mempertemukan dan mempersatukan,” ujar Kombes Putu Kholis Aryana, dalam keterangan yang diterima, Jumat (11/9/2026),

    Polisi Ajak Suporter Jaga Keamanan Jelang Persija Vs Persib di GBK
    Dialog tersebut menghasilkan komitmen untuk memperkuat komunikasi antarkoordinator, mencegah provokasi, dan meredam narasi yang berpotensi memicu ketegangan. Kedua komunitas juga sepakat mengedepankan informasi yang terverifikasi, khususnya dalam percakapan di media sosial.

    Aspek keselamatan turut menjadi perhatian, mulai dari pendataan anggota rombongan, kesesuaian kapasitas kendaraan, hingga koordinasi selama keberangkatan dan kepulangan. Seluruh pihak menyatakan kesediaan untuk menghormati ketentuan penyelenggara serta mengikuti arahan petugas demi kenyamanan masyarakat.

    “Kembalinya pertandingan Persija melawan Persib ke GBK setelah tujuh tahun merupakan momentum yang telah lama kita nantikan. Mari menyambutnya dengan kedewasaan dan menjadikannya perayaan sepak bola yang membanggakan. Beda warna, tetap satu Indonesia,” ucap Putu Kholis.

  • The Jak dan Bobotoh Kumpul Bareng di Polrestro Bekasi Kota, Sepakat Jaga Persaudaraan

    The Jak dan Bobotoh Kumpul Bareng di Polrestro Bekasi Kota, Sepakat Jaga Persaudaraan

    Perwakilan The Jakmania dan Bobotoh Kota Bekasi bertemu dengan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana dalam Forum Silaturahmi Antarsuporter di Mapolres Metro Bekasi Kota


    Jakarta – Perwakilan The Jakmania dan Bobotoh Kota Bekasi bertemu dengan Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana dalam Forum Silaturahmi Antarsuporter di Mapolres Metro Bekasi Kota. Pertemuan ini digelar menjelang pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), besok.
    Forum berlangsung hangat dan terbuka. Kedua suporter menyatukan semangat menyambut laga secara tertib dan sportif sekaligus menunjukkan perbedaan klub kebanggaan tidak menghalangi terjalinnya hubungan yang guyub.

    “Identitas sebagai suporter tidak semestinya menciptakan jarak. Justru melalui kecintaan kepada klub masing-masing. The Jakmania dan Bobotoh dapat memperlihatkan bahwa sepakbola memiliki kekuatan untuk mempertemukan dan mempersatukan,” ujar Kombes Putu Kholis Aryana, dalam keterangan yang diterima, Jumat (11/9/2026),

    Polisi Ajak Suporter Jaga Keamanan Jelang Persija Vs Persib di GBK
    Dialog tersebut menghasilkan komitmen untuk memperkuat komunikasi antarkoordinator, mencegah provokasi, dan meredam narasi yang berpotensi memicu ketegangan. Kedua komunitas juga sepakat mengedepankan informasi yang terverifikasi, khususnya dalam percakapan di media sosial.

    Aspek keselamatan turut menjadi perhatian, mulai dari pendataan anggota rombongan, kesesuaian kapasitas kendaraan, hingga koordinasi selama keberangkatan dan kepulangan. Seluruh pihak menyatakan kesediaan untuk menghormati ketentuan penyelenggara serta mengikuti arahan petugas demi kenyamanan masyarakat.

    “Kembalinya pertandingan Persija melawan Persib ke GBK setelah tujuh tahun merupakan momentum yang telah lama kita nantikan. Mari menyambutnya dengan kedewasaan dan menjadikannya perayaan sepak bola yang membanggakan. Beda warna, tetap satu Indonesia,” ucap Putu Kholis.

  • Polisi Ajak Suporter Jaga Keamanan Jelang Persija Vs Persib di GBK

    Polisi Ajak Suporter Jaga Keamanan Jelang Persija Vs Persib di GBK

    Polisi Ajak Suporter Jaga Keamanan Jelang Persija Vs Persib di GBK

    Jakarta – Polda Metro Jaya menyiapkan 17.800 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), besok (12/9). Polisi mengajak suporter jaga keamanan.
    “Mari nikmati pertandingan dengan tertib, saling menghormati, dan kembali ke rumah dengan selamat. Bersama-sama kita jaga Jakarta,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

    Budi mengatakan pengamanan akan dilakukan di dalam dan sekitar stadion serta jalur menuju GBK dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Budi mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam mempersiapkan pertandingan.

    Ia berharap kerja sama tersebut dapat mendukung laga berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

    “Sepakbola adalah hiburan yang menyatukan. Mari mendukung tim kebanggaan dengan sportivitas, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga suasana tetap aman,” ucapnya.

    Sementara itu, Hiero Paath selaku CSO Panitia Pelaksana Pertandingan, mengimbau masyarakat yang tidak memiliki tiket agar tidak datang ke GBK. Penonton bertiket diminta mengikuti pemeriksaan.

    “Kami mengimbau yang datang ke GBK benar-benar sudah memiliki tiket. Bagi yang belum memiliki tiket, kami berharap dapat memberikan dukungan dari rumah. Mari kita jaga kesempatan ini bersama,” kata Hiero.

    Panitia akan melakukan pemeriksaan sebelum penonton memasuki stadion. Penonton dilarang membawa senjata tajam, senjata api, narkoba, minuman keras, rokok, korek api, suar (flare), bom asap (smoke bomb), kembang api, dan benda berbahaya lainnya.

    Penonton juga diminta tidak datang dalam kondisi berada di bawah pengaruh alkohol. Apabila ditemukan kondisi yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, panitia akan memberikan penanganan sesuai ketentuan dan tidak memperkenankan yang bersangkutan masuk ke stadion.

    Suporter tim tamu, termasuk Bobotoh dan Viking, turut diimbau memberikan dukungan dari daerah masing-masing. Hiero berharap seluruh pihak menjaga suasana pertandingan tetap kondusif sehingga laga dapat dinikmati dengan aman dan nyaman.

    “Mari kita nikmati sepakbola dengan tertib, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga Jakarta,” ujarnya.

    Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya Putra mengajak seluruh pendukung Persija menjaga ketertiban sejak perjalanan menuju stadion, selama pertandingan, hingga kembali ke rumah. Ia mengatakan laga tersebut menjadi momentum penting sekaligus bentuk kepercayaan yang perlu dijaga bersama.

    “Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Mulai dari diri sendiri, jaga teman, jaga organisasi, jaga Persija, dan tentunya jaga Jakarta,” kata Aditya.

    Pertandingan ini juga diharapkan menjadi kesempatan bagi The Jakmania untuk menunjukkan bahwa dukungan kepada Persija dapat diberikan secara tertib dan bertanggung jawab. Seluruh anggota diminta menjaga kawasan GBK maupun lingkungan yang dilalui selama perjalanan keberangkatan dan kepulangan.

    Ia berharap pertandingan berlangsung aman dan lancar serta menjadi momentum positif bagi sepak bola Jakarta. Para pendukung juga diajak menikmati laga dengan semangat sportivitas dan tetap menghormati masyarakat.

    “Mari kita jaga bersama kepercayaan ini dan tunjukkan bahwa The Jakmania bisa menjaga Persija dan Jakarta,” ujarnya.

  • Polisi Imbau Penonton Persija Vs Persib Tertib dan Tak Bawa Benda Berbahaya

    Polisi Imbau Penonton Persija Vs Persib Tertib dan Tak Bawa Benda Berbahaya

    Polisi Ajak Suporter Jaga Keamanan Jelang Persija Vs Persib di GBK

    Jakarta – Polda Metro Jaya menyiapkan 17.800 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), besok (12/9). Polisi mengajak suporter jaga keamanan.
    “Mari nikmati pertandingan dengan tertib, saling menghormati, dan kembali ke rumah dengan selamat. Bersama-sama kita jaga Jakarta,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

    Budi mengatakan pengamanan akan dilakukan di dalam dan sekitar stadion serta jalur menuju GBK dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Budi mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam mempersiapkan pertandingan.

    Ia berharap kerja sama tersebut dapat mendukung laga berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

    “Sepakbola adalah hiburan yang menyatukan. Mari mendukung tim kebanggaan dengan sportivitas, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga suasana tetap aman,” ucapnya.

    Sementara itu, Hiero Paath selaku CSO Panitia Pelaksana Pertandingan, mengimbau masyarakat yang tidak memiliki tiket agar tidak datang ke GBK. Penonton bertiket diminta mengikuti pemeriksaan.

    “Kami mengimbau yang datang ke GBK benar-benar sudah memiliki tiket. Bagi yang belum memiliki tiket, kami berharap dapat memberikan dukungan dari rumah. Mari kita jaga kesempatan ini bersama,” kata Hiero.

    Panitia akan melakukan pemeriksaan sebelum penonton memasuki stadion. Penonton dilarang membawa senjata tajam, senjata api, narkoba, minuman keras, rokok, korek api, suar (flare), bom asap (smoke bomb), kembang api, dan benda berbahaya lainnya.

    Penonton juga diminta tidak datang dalam kondisi berada di bawah pengaruh alkohol. Apabila ditemukan kondisi yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, panitia akan memberikan penanganan sesuai ketentuan dan tidak memperkenankan yang bersangkutan masuk ke stadion.

    Suporter tim tamu, termasuk Bobotoh dan Viking, turut diimbau memberikan dukungan dari daerah masing-masing. Hiero berharap seluruh pihak menjaga suasana pertandingan tetap kondusif sehingga laga dapat dinikmati dengan aman dan nyaman.

    “Mari kita nikmati sepakbola dengan tertib, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga Jakarta,” ujarnya.

    Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya Putra mengajak seluruh pendukung Persija menjaga ketertiban sejak perjalanan menuju stadion, selama pertandingan, hingga kembali ke rumah. Ia mengatakan laga tersebut menjadi momentum penting sekaligus bentuk kepercayaan yang perlu dijaga bersama.

    “Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Mulai dari diri sendiri, jaga teman, jaga organisasi, jaga Persija, dan tentunya jaga Jakarta,” kata Aditya.

    Pertandingan ini juga diharapkan menjadi kesempatan bagi The Jakmania untuk menunjukkan bahwa dukungan kepada Persija dapat diberikan secara tertib dan bertanggung jawab. Seluruh anggota diminta menjaga kawasan GBK maupun lingkungan yang dilalui selama perjalanan keberangkatan dan kepulangan.

    Ia berharap pertandingan berlangsung aman dan lancar serta menjadi momentum positif bagi sepak bola Jakarta. Para pendukung juga diajak menikmati laga dengan semangat sportivitas dan tetap menghormati masyarakat.

    “Mari kita jaga bersama kepercayaan ini dan tunjukkan bahwa The Jakmania bisa menjaga Persija dan Jakarta,” ujarnya.

  • Polisi Ajak dan Himbau seluruh Suporter Jaga Keamanan Jelang Persija Vs Persib di GBK

    Polisi Ajak dan Himbau seluruh Suporter Jaga Keamanan Jelang Persija Vs Persib di GBK

    Polisi Ajak Suporter Jaga Keamanan Jelang Persija Vs Persib di GBK

    Jakarta – Polda Metro Jaya menyiapkan 17.800 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), besok (12/9). Polisi mengajak suporter jaga keamanan.
    “Mari nikmati pertandingan dengan tertib, saling menghormati, dan kembali ke rumah dengan selamat. Bersama-sama kita jaga Jakarta,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

    Budi mengatakan pengamanan akan dilakukan di dalam dan sekitar stadion serta jalur menuju GBK dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Budi mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam mempersiapkan pertandingan.

    Ia berharap kerja sama tersebut dapat mendukung laga berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

    “Sepakbola adalah hiburan yang menyatukan. Mari mendukung tim kebanggaan dengan sportivitas, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga suasana tetap aman,” ucapnya.

    Sementara itu, Hiero Paath selaku CSO Panitia Pelaksana Pertandingan, mengimbau masyarakat yang tidak memiliki tiket agar tidak datang ke GBK. Penonton bertiket diminta mengikuti pemeriksaan.

    “Kami mengimbau yang datang ke GBK benar-benar sudah memiliki tiket. Bagi yang belum memiliki tiket, kami berharap dapat memberikan dukungan dari rumah. Mari kita jaga kesempatan ini bersama,” kata Hiero.

    Panitia akan melakukan pemeriksaan sebelum penonton memasuki stadion. Penonton dilarang membawa senjata tajam, senjata api, narkoba, minuman keras, rokok, korek api, suar (flare), bom asap (smoke bomb), kembang api, dan benda berbahaya lainnya.

    Penonton juga diminta tidak datang dalam kondisi berada di bawah pengaruh alkohol. Apabila ditemukan kondisi yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, panitia akan memberikan penanganan sesuai ketentuan dan tidak memperkenankan yang bersangkutan masuk ke stadion.

    Suporter tim tamu, termasuk Bobotoh dan Viking, turut diimbau memberikan dukungan dari daerah masing-masing. Hiero berharap seluruh pihak menjaga suasana pertandingan tetap kondusif sehingga laga dapat dinikmati dengan aman dan nyaman.

    “Mari kita nikmati sepakbola dengan tertib, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga Jakarta,” ujarnya.

    Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya Putra mengajak seluruh pendukung Persija menjaga ketertiban sejak perjalanan menuju stadion, selama pertandingan, hingga kembali ke rumah. Ia mengatakan laga tersebut menjadi momentum penting sekaligus bentuk kepercayaan yang perlu dijaga bersama.

    “Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Mulai dari diri sendiri, jaga teman, jaga organisasi, jaga Persija, dan tentunya jaga Jakarta,” kata Aditya.

    Pertandingan ini juga diharapkan menjadi kesempatan bagi The Jakmania untuk menunjukkan bahwa dukungan kepada Persija dapat diberikan secara tertib dan bertanggung jawab. Seluruh anggota diminta menjaga kawasan GBK maupun lingkungan yang dilalui selama perjalanan keberangkatan dan kepulangan.

    Ia berharap pertandingan berlangsung aman dan lancar serta menjadi momentum positif bagi sepak bola Jakarta. Para pendukung juga diajak menikmati laga dengan semangat sportivitas dan tetap menghormati masyarakat.

    “Mari kita jaga bersama kepercayaan ini dan tunjukkan bahwa The Jakmania bisa menjaga Persija dan Jakarta,” ujarnya.

  • Polda Metro Jaya Ajak Dan Himbau Suporter Jaga Keamanan Jelang Persija Vs Persib di GBK

    Polisi Ajak Dan Himbau Suporter Jaga Keamanan Jelang Persija Vs Persib di GBK

    Polisi Ajak Suporter Jaga Keamanan Jelang Persija Vs Persib di GBK

    Jakarta – Polda Metro Jaya menyiapkan 17.800 personel gabungan untuk mengamankan pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), besok (12/9). Polisi mengajak suporter jaga keamanan.
    “Mari nikmati pertandingan dengan tertib, saling menghormati, dan kembali ke rumah dengan selamat. Bersama-sama kita jaga Jakarta,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, dalam keterangannya, Jumat (11/9/2026).

    Budi mengatakan pengamanan akan dilakukan di dalam dan sekitar stadion serta jalur menuju GBK dengan mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Budi mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam mempersiapkan pertandingan.

    Ia berharap kerja sama tersebut dapat mendukung laga berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

    “Sepakbola adalah hiburan yang menyatukan. Mari mendukung tim kebanggaan dengan sportivitas, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga suasana tetap aman,” ucapnya.

    Sementara itu, Hiero Paath selaku CSO Panitia Pelaksana Pertandingan, mengimbau masyarakat yang tidak memiliki tiket agar tidak datang ke GBK. Penonton bertiket diminta mengikuti pemeriksaan.

    “Kami mengimbau yang datang ke GBK benar-benar sudah memiliki tiket. Bagi yang belum memiliki tiket, kami berharap dapat memberikan dukungan dari rumah. Mari kita jaga kesempatan ini bersama,” kata Hiero.

    Panitia akan melakukan pemeriksaan sebelum penonton memasuki stadion. Penonton dilarang membawa senjata tajam, senjata api, narkoba, minuman keras, rokok, korek api, suar (flare), bom asap (smoke bomb), kembang api, dan benda berbahaya lainnya.

    Penonton juga diminta tidak datang dalam kondisi berada di bawah pengaruh alkohol. Apabila ditemukan kondisi yang dapat membahayakan diri sendiri atau orang lain, panitia akan memberikan penanganan sesuai ketentuan dan tidak memperkenankan yang bersangkutan masuk ke stadion.

    Suporter tim tamu, termasuk Bobotoh dan Viking, turut diimbau memberikan dukungan dari daerah masing-masing. Hiero berharap seluruh pihak menjaga suasana pertandingan tetap kondusif sehingga laga dapat dinikmati dengan aman dan nyaman.

    “Mari kita nikmati sepakbola dengan tertib, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga Jakarta,” ujarnya.

    Ketua Umum The Jakmania Muhammad Aditya Putra mengajak seluruh pendukung Persija menjaga ketertiban sejak perjalanan menuju stadion, selama pertandingan, hingga kembali ke rumah. Ia mengatakan laga tersebut menjadi momentum penting sekaligus bentuk kepercayaan yang perlu dijaga bersama.

    “Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Mulai dari diri sendiri, jaga teman, jaga organisasi, jaga Persija, dan tentunya jaga Jakarta,” kata Aditya.

    Pertandingan ini juga diharapkan menjadi kesempatan bagi The Jakmania untuk menunjukkan bahwa dukungan kepada Persija dapat diberikan secara tertib dan bertanggung jawab. Seluruh anggota diminta menjaga kawasan GBK maupun lingkungan yang dilalui selama perjalanan keberangkatan dan kepulangan.

    Ia berharap pertandingan berlangsung aman dan lancar serta menjadi momentum positif bagi sepak bola Jakarta. Para pendukung juga diajak menikmati laga dengan semangat sportivitas dan tetap menghormati masyarakat.

    “Mari kita jaga bersama kepercayaan ini dan tunjukkan bahwa The Jakmania bisa menjaga Persija dan Jakarta,” ujarnya.

  • One Police Woman, Extraordinary Impact, Kapolda Sumsel Ajak Polwan Tunjukkan Prestasi

    One Police Woman, Extraordinary Impact, Kapolda Sumsel Ajak Polwan Tunjukkan Prestasi

    One Police Woman, Extraordinary Impact, Kapolda Sumsel Ajak Polwan Tunjukkan Prestasi

    PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. mendorong seluruh Polisi Wanita (Polwan) jajaran Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas dan menghadirkan dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

     

    Pesan tersebut disampaikan Kapolda Sumsel saat menghadiri Syukuran Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia di Polda Sumatera Selatan, Selasa (8/9/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan pengabdian Polwan sekaligus mengevaluasi kontribusi dan manfaat yang telah diberikan bagi masyarakat maupun institusi Polri.

     

    Mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”, Kapolda berharap setiap Polwan mampu memberikan kontribusi terbaik melalui pengabdian, profesionalisme, integritas dan keteladanan.

     

    “Dengan mengusung tema One Police Woman, Extraordinary Impact, saya berharap setiap Polwan mampu terus memberikan kontribusi dan dampak positif yang extraordinary, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pengabdian, profesionalisme, integritas, dan keteladanan,” ujar Kapolda.

     

    Kapolda mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi ke-78 Polwan, mulai dari bakti sosial, bakti kesehatan, edukasi kepada masyarakat hingga kegiatan Polwan Goes to School. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk konkret kehadiran Polwan di tengah masyarakat.

     

    Kapolda menegaskan bahwa peran Polwan saat ini telah berkembang di hampir seluruh fungsi kepolisian. Karena itu, Polwan tidak boleh dipandang sekadar sebagai pelengkap organisasi, melainkan menjadi bagian penting yang turut menyempurnakan pelaksanaan tugas Polri.

     

    “Polwan bukan hanya sebagai pelengkap dalam institusi, tetapi Polwan merupakan sosok yang menjadi penyempurna dalam institusi kepolisian. Kehadirannya membawa ketegasan yang humanis, keberanian yang disertai empati, serta profesionalisme yang membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

     

    Di tengah perkembangan teknologi dan kompleksitas tantangan tugas kepolisian, Kapolda meminta seluruh Polwan tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kemampuan. Integritas, etika dan kehormatan institusi harus tetap menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas.

     

    Kapolda juga kembali mengingatkan prinsip pelayanan yang terus ditanamkan di lingkungan Polda Sumsel bahwa masyarakat merupakan pihak yang harus memperoleh manfaat dari setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

     

    “Jangan menyalahgunakan kewenangan. Ingat bahwa juragan kita adalah rakyat. Oleh karena itu, apa pun yang kita kerjakan, muaranya harus kita pertanggungjawabkan kepada rakyat. Keberhasilan tugas kita dibuktikan dengan hadirnya rasa aman, keadilan, dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

     

    Dalam sambutannya, Kapolda turut menyoroti berbagai prestasi Polwan di sejumlah bidang, mulai dari pembinaan generasi muda, olahraga hingga kiprah di tingkat internasional. Salah satu sosok yang disebut adalah Ibu Sumy Hastry, seorang Polwan sekaligus dokter yang memiliki keahlian di bidang forensik.

     

    Kapolda menjadikan kiprah tersebut sebagai contoh bahwa kompetensi yang terus diasah dapat menjadi modal penting untuk menghasilkan prestasi sekaligus memberikan kontribusi bagi pelaksanaan tugas kepolisian.

     

    Kapolda menekankan bahwa kesempatan bagi Polwan untuk berkembang dan meraih prestasi terbuka luas. Karena itu, seluruh Polwan diminta tidak pesimistis menghadapi keterbatasan maupun tantangan dalam perjalanan karier.

     

    “Jangan pesimis dengan situasi dan kondisi serta segala keterbatasan yang ada. Yakinlah bahwa semua Polwan mempunyai hak yang sama dengan Polki. Apabila teman-teman mampu, maka akan bisa meraih prestasi seperti halnya yang lainnya,” pesannya.

     

    Kapolda kemudian memberikan contoh kiprah Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., yang saat ini dipercaya memimpin satuan kewilayahan di jajaran Polda Sumsel. Salah satu inovasi yang mendapat apresiasi adalah Mobil Senyum di wilayah Ogan Ilir.

     

    Program tersebut dilaksanakan melalui patroli Polwan pada waktu pelaksanaan salat Jumat sekaligus dimanfaatkan untuk menyapa masyarakat dan melaksanakan Jumat Curhat. Menurut Kapolda, inovasi tersebut menunjukkan kemampuan Polwan menghadirkan kreativitas dalam pelayanan yang humanis sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

     

    “Saya sebagai pimpinan di Polda Sumatera Selatan membuka ruang seluas-luasnya bagi Polwan untuk bisa berkiprah dan berprestasi, baik untuk karier maupun untuk sekolah. Tentunya, tunjukkan prestasimu,” kata Kapolda.

     

    Meski demikian, Kapolda mengingatkan bahwa Polwan juga memiliki tanggung jawab yang tidak ringan, terutama bagi mereka yang telah berkeluarga. Keteladanan para senior Polwan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk tetap profesional tanpa mengabaikan tanggung jawab keluarga.

    Kapolda pun menggelorakan semangat agar tidak ada kata mundur bagi Polwan dalam meningkatkan kemampuan dan memberikan karya terbaik bagi institusi.

    “Tidak ada kata mundur bagi Polwan untuk berprestasi. Tidak ada gigi mundur bagi Polwan untuk bisa berkompeten. Tidak ada gigi mundur bagi Polwan untuk memberikan warna terbaik bagi institusi Kepolisian Republik Indonesia,” tegasnya.

     

    Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak dapat dibangun dengan bekerja sendiri-sendiri. Polwan dan Polki harus menjadi satu kesatuan dengan membangun superteam yang solid dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.

     

    “Kita tidak mungkin menjadi Superman atau Superwoman yang bekerja sendiri dan menganggap semua bisa diselesaikan sendiri. Kita membutuhkan teman-teman yang bisa membangun superteam, yaitu tim yang kuat untuk menyelesaikan semua permasalahan yang kita hadapi,” ujarnya.

     

    Semangat tersebut, lanjut Kapolda, harus diwujudkan dengan bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan bekerja ikhlas dalam menggelorakan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Nian.”

     

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pesan Kapolda menjadi motivasi bagi seluruh Polwan untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus memperkuat pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.

     

    “Polwan memiliki ruang yang sama untuk berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik. Kompetensi, integritas dan kepedulian harus terus berjalan beriringan. Harapannya, kehadiran setiap Polwan benar-benar memberikan manfaat dan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Polri,” ujar Nandang.

     

    Syukuran Hari Jadi ke-78 Polwan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bahwa setiap Polisi Wanita tidak hanya hadir menjalankan tugas, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan membawa perubahan positif.

    Melalui kompetensi, integritas, keteladanan, empati dan kerja sama dalam membangun superteam, Polwan Polda Sumsel diharapkan terus memberikan “Extraordinary Impact” bagi masyarakat, bangsa dan negara, sekaligus memperkuat kehadiran Polri yang Presisi di tengah masyarakat.

  • One Police Woman, Extraordinary Impact, Kapolda Sumsel Ajak Polwan Tunjukkan Prestasi

    One Police Woman, Extraordinary Impact, Kapolda Sumsel Ajak Polwan Tunjukkan Prestasi

    One Police Woman, Extraordinary Impact, Kapolda Sumsel Ajak Polwan Tunjukkan Prestasi

    PALEMBANG — Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. mendorong seluruh Polisi Wanita (Polwan) jajaran Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas dan menghadirkan dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

     

    Pesan tersebut disampaikan Kapolda Sumsel saat menghadiri Syukuran Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia di Polda Sumatera Selatan, Selasa (8/9/2026). Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan pengabdian Polwan sekaligus mengevaluasi kontribusi dan manfaat yang telah diberikan bagi masyarakat maupun institusi Polri.

     

    Mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”, Kapolda berharap setiap Polwan mampu memberikan kontribusi terbaik melalui pengabdian, profesionalisme, integritas dan keteladanan.

     

    “Dengan mengusung tema One Police Woman, Extraordinary Impact, saya berharap setiap Polwan mampu terus memberikan kontribusi dan dampak positif yang extraordinary, serta dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui pengabdian, profesionalisme, integritas, dan keteladanan,” ujar Kapolda.

     

    Kapolda mengapresiasi berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka Hari Jadi ke-78 Polwan, mulai dari bakti sosial, bakti kesehatan, edukasi kepada masyarakat hingga kegiatan Polwan Goes to School. Menurutnya, rangkaian kegiatan tersebut merupakan bentuk konkret kehadiran Polwan di tengah masyarakat.

     

    Kapolda menegaskan bahwa peran Polwan saat ini telah berkembang di hampir seluruh fungsi kepolisian. Karena itu, Polwan tidak boleh dipandang sekadar sebagai pelengkap organisasi, melainkan menjadi bagian penting yang turut menyempurnakan pelaksanaan tugas Polri.

     

    “Polwan bukan hanya sebagai pelengkap dalam institusi, tetapi Polwan merupakan sosok yang menjadi penyempurna dalam institusi kepolisian. Kehadirannya membawa ketegasan yang humanis, keberanian yang disertai empati, serta profesionalisme yang membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

     

    Di tengah perkembangan teknologi dan kompleksitas tantangan tugas kepolisian, Kapolda meminta seluruh Polwan tidak berhenti belajar dan terus meningkatkan kemampuan. Integritas, etika dan kehormatan institusi harus tetap menjadi landasan dalam setiap pelaksanaan tugas.

     

    Kapolda juga kembali mengingatkan prinsip pelayanan yang terus ditanamkan di lingkungan Polda Sumsel bahwa masyarakat merupakan pihak yang harus memperoleh manfaat dari setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

     

    “Jangan menyalahgunakan kewenangan. Ingat bahwa juragan kita adalah rakyat. Oleh karena itu, apa pun yang kita kerjakan, muaranya harus kita pertanggungjawabkan kepada rakyat. Keberhasilan tugas kita dibuktikan dengan hadirnya rasa aman, keadilan, dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

     

    Dalam sambutannya, Kapolda turut menyoroti berbagai prestasi Polwan di sejumlah bidang, mulai dari pembinaan generasi muda, olahraga hingga kiprah di tingkat internasional. Salah satu sosok yang disebut adalah Ibu Sumy Hastry, seorang Polwan sekaligus dokter yang memiliki keahlian di bidang forensik.

     

    Kapolda menjadikan kiprah tersebut sebagai contoh bahwa kompetensi yang terus diasah dapat menjadi modal penting untuk menghasilkan prestasi sekaligus memberikan kontribusi bagi pelaksanaan tugas kepolisian.

     

    Kapolda menekankan bahwa kesempatan bagi Polwan untuk berkembang dan meraih prestasi terbuka luas. Karena itu, seluruh Polwan diminta tidak pesimistis menghadapi keterbatasan maupun tantangan dalam perjalanan karier.

     

    “Jangan pesimis dengan situasi dan kondisi serta segala keterbatasan yang ada. Yakinlah bahwa semua Polwan mempunyai hak yang sama dengan Polki. Apabila teman-teman mampu, maka akan bisa meraih prestasi seperti halnya yang lainnya,” pesannya.

     

    Kapolda kemudian memberikan contoh kiprah Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., yang saat ini dipercaya memimpin satuan kewilayahan di jajaran Polda Sumsel. Salah satu inovasi yang mendapat apresiasi adalah Mobil Senyum di wilayah Ogan Ilir.

     

    Program tersebut dilaksanakan melalui patroli Polwan pada waktu pelaksanaan salat Jumat sekaligus dimanfaatkan untuk menyapa masyarakat dan melaksanakan Jumat Curhat. Menurut Kapolda, inovasi tersebut menunjukkan kemampuan Polwan menghadirkan kreativitas dalam pelayanan yang humanis sekaligus menjaga keamanan masyarakat.

     

    “Saya sebagai pimpinan di Polda Sumatera Selatan membuka ruang seluas-luasnya bagi Polwan untuk bisa berkiprah dan berprestasi, baik untuk karier maupun untuk sekolah. Tentunya, tunjukkan prestasimu,” kata Kapolda.

     

    Meski demikian, Kapolda mengingatkan bahwa Polwan juga memiliki tanggung jawab yang tidak ringan, terutama bagi mereka yang telah berkeluarga. Keteladanan para senior Polwan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya untuk tetap profesional tanpa mengabaikan tanggung jawab keluarga.

    Kapolda pun menggelorakan semangat agar tidak ada kata mundur bagi Polwan dalam meningkatkan kemampuan dan memberikan karya terbaik bagi institusi.

    “Tidak ada kata mundur bagi Polwan untuk berprestasi. Tidak ada gigi mundur bagi Polwan untuk bisa berkompeten. Tidak ada gigi mundur bagi Polwan untuk memberikan warna terbaik bagi institusi Kepolisian Republik Indonesia,” tegasnya.

     

    Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak dapat dibangun dengan bekerja sendiri-sendiri. Polwan dan Polki harus menjadi satu kesatuan dengan membangun superteam yang solid dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.

     

    “Kita tidak mungkin menjadi Superman atau Superwoman yang bekerja sendiri dan menganggap semua bisa diselesaikan sendiri. Kita membutuhkan teman-teman yang bisa membangun superteam, yaitu tim yang kuat untuk menyelesaikan semua permasalahan yang kita hadapi,” ujarnya.

     

    Semangat tersebut, lanjut Kapolda, harus diwujudkan dengan bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas dan bekerja ikhlas dalam menggelorakan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Nian.”

     

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pesan Kapolda menjadi motivasi bagi seluruh Polwan untuk terus meningkatkan kualitas diri sekaligus memperkuat pendekatan humanis dalam pelayanan kepada masyarakat.

     

    “Polwan memiliki ruang yang sama untuk berprestasi dan memberikan kontribusi terbaik. Kompetensi, integritas dan kepedulian harus terus berjalan beriringan. Harapannya, kehadiran setiap Polwan benar-benar memberikan manfaat dan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada Polri,” ujar Nandang.

     

    Syukuran Hari Jadi ke-78 Polwan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bahwa setiap Polisi Wanita tidak hanya hadir menjalankan tugas, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan membawa perubahan positif.

    Melalui kompetensi, integritas, keteladanan, empati dan kerja sama dalam membangun superteam, Polwan Polda Sumsel diharapkan terus memberikan “Extraordinary Impact” bagi masyarakat, bangsa dan negara, sekaligus memperkuat kehadiran Polri yang Presisi di tengah masyarakat.

  • Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Bekasi, Polisi Bagikan Masker

    Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai ke Bekasi, Polisi Bagikan Masker

    Foto: Polres Metro Bekasi Kota turun ke jalan membagikan masker antisipasi abu vulkanik Anak Krakatau. (dok. Istimewa)
    Bekasi – Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau sampai ke wilayah Bekasi. Mengantisipasi hal itu, Polres Metro Bekasi Kota turun membagikan masker kepada para pengendara.
    Kegiatan pembagian masker ini berlangsung di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Stasiun Bekasi, Terminal Bekasi, serta ruas jalan lain yang ramai dilalui warga. Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Putu Kholis Aryana ikut turun membagikan masker kepada warga, Minggu (6/9/2026).

    Pembagian diprioritaskan bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan, antara lain pengendara, pengemudi ojek daring, pengemudi angkutan umum, pedagang, petugas parkir, dan pejalan kaki. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

    Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan, langkah tersebut merupakan wujud pelayanan sekaligus kesiapsiagaan kepolisian, sekaligus wujud kehadiran Polri di tengah kondisi bencana.

    “Kehadiran kepolisian harus memberikan manfaat yang nyata. Dalam situasi seperti ini, kecepatan merespons harus berjalan seiring dengan ketepatan tindakan. Masker menjadi perlindungan awal yang dapat langsung digunakan oleh masyarakat,” kata Putu Kholis.

    Ia mengingatkan bahwa abu vulkanik dapat memicu iritasi pada mata, hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan perlu memperoleh perhatian lebih.


    Polres Metro Bekasi Kota turun ke jalan membagikan masker antisipasi abu vulkanik Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026). Foto: dok. Istimewa
    “Perlindungan diri tidak perlu menunggu munculnya keluhan. Jika harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker dengan benar, lindungi mata, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan yang berlanjut,” ujarnya.

    Putu Kholis juga meminta warga tetap tenang dan cermat menyikapi informasi yang beredar.

    “Waspada bukan berarti panik. Ketenangan harus disertai kedisiplinan dalam memilih informasi. Jadikan kanal resmi BMKG, PVMBG, dan pemerintah sebagai rujukan agar setiap langkah didasarkan pada informasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

    Berdasarkan pemantauan BMKG pada Minggu pukul 08.00 WIB, sebaran abu vulkanik di atmosfer teridentifikasi meliputi Banten, DKI Jakarta, sebagian Jawa Barat, hingga Bengkulu. Sementara itu, PVMBG menyatakan episode erupsi menerus telah berakhir, tetapi aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III (Siaga).

  • Badan Narkotika Nasional Ungkap Overkapasitas Lapas Capai 90 Persen, Mayoritas Napi Narkoba

    BNN Ungkap Overkapasitas Lapas Capai 90 Persen, Mayoritas Napi Narkoba

    Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan negara (Rutan) di seluruh wilayah saat ini telah overkapastias hingga 90 persen dari daya tampung.

    Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap jumlah penghuni lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan negara (Rutan) di seluruh wilayah saat ini telah overkapastias hingga 90 persen dari daya tampung.

    Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto mengatakan jumlah itu merujuk sistem database pemasyarakatan (SDP) pusat per 12 November 2025. Ia menganggap penjara Indonesia dalam kondisi kritis.

     

    “Berdasarkan data SDP Pusat yang diambil tanggal 12 November 2025 pukul 07.30, kita dihadapkan pada kondisi kritis terkait data tahanan dan narapidana,” ujar Suyudi dalam rapat kerja di Komisi III DPR, Selasa (7/4).

    Dia merinci, jumlah daya tampung lapas dan rutan di seluruh Indonesia saat ini hanya sebanyak 146.260 orang. Namun, kondisi lapangan, jumlahnya telah mencapai 278.376 orang.

    Menurut Suyudi, jumlah itu membuat narapidana penghuni lapas melebihi kapasitas sebanyak 132.116 atau 90 persen dari kapasitas daya tampung.

    “Hal ini mengakibatkan terjadinya overkapasitas yang sangat memprihatinkan, yakni sebanyak 132.116 jiwa atau mencapai persentase 90 persen dari kapasitas normalnya,” katanya.

    Dari jumlah tersebut, menurut Suyudi, mayoritas merupakan narapidana kasus narkoba yang jumlahnya mencapai 150.202 orang atau 54 persen, yang rinciannya terdiri dari 96.176 berstatus bandar dan 54.026 berstatus pengguna.

    “Angka 54.000 lebih pengguna inilah yang seharusnya menjadi refleksi bersama. Mereka adalah korban yang sejatinya lebih membutuhkan sentuhan pemulihan melalui rehabilitasi medis dan sosial,” ujar Suyudi.