Category: Berita Utama

  • Reward dan Punishment Berjalan Beriringan, Kapolda Sumsel Ingatkan Personel Tetap Prima

    Reward dan Punishment Berjalan Beriringan, Kapolda Sumsel Ingatkan Personel Tetap Prima

    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. memimpin apel pagi sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada satuan kerja dan personel berprestasi di Markas Polda Sumsel, Senin (3/8/2026). 

    Dalam arahannya, Kapolda menegaskan pentingnya disiplin, profesionalisme, serta menjaga kesehatan sebagai modal utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda menyerahkan penghargaan kepada tujuh perwakilan Satuan Kerja (Satker) dan Satuan Wilayah (Satwil) yang meraih nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) sempurna, yaitu 100 pada Tahun Anggaran 2025.

    Selain itu, sebanyak 170 personel menerima penghargaan atas dedikasi, inovasi, prestasi, dan keberhasilan dalam pengungkapan kasus selama periode April hingga Juni 2026.

    Kapolda menegaskan bahwa penghargaan merupakan bentuk apresiasi atas kinerja terbaik personel, sekaligus implementasi sistem reward and punishment yang diterapkan secara objektif dan transparan di lingkungan Polri.

    “Prestasi yang diukir hari ini adalah bukti nyata dari kerja keras dan pengabdian yang melampaui panggilan tugas. Ini merupakan kontribusi nyata dalam mendukung Asta Cita Presiden menuju Indonesia Emas 2045. Namun saya tegaskan, siapa pun yang melakukan pelanggaran dan mencoreng nama baik institusi akan diberikan tindakan tegas sesuai ketentuan,” tegas Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho.

    Di balik tuntutan tugas yang semakin kompleks, Kapolda mengingatkan seluruh personel agar tidak mengabaikan kondisi kesehatan. Menurutnya, kesiapan fisik dan mental merupakan faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.

    “Tugas ke depan akan sangat menguras tenaga dan pikiran. Karena itu, saya berpesan agar rekan-rekan menjaga kesehatan, mengatur pola makan, dan rutin berolahraga. Rekan-rekan adalah aset yang sangat berharga, bukan hanya bagi institusi Polri, tetapi juga bagi keluarga yang menunggu kepulangan di rumah,” ujar Kapolda.

    Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan profesional, tetapi juga oleh kondisi fisik dan mental personel yang tetap prima.

    Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. mengatakan pemberian penghargaan merupakan bentuk apresiasi pimpinan terhadap dedikasi personel sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kinerja.

    Referensi Geografis

     

    “Penghargaan ini menjadi bukti bahwa setiap dedikasi, inovasi, dan pengabdian anggota mendapatkan apresiasi dari institusi. Di sisi lain, kedisiplinan, kesehatan fisik, dan kesehatan mental harus tetap menjadi perhatian agar setiap personel mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan kembali dengan selamat kepada keluarga,”  ujar Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya.

    Melalui apel pagi dan pemberian penghargaan tersebut, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan komitmennya membangun sumber daya manusia Polri yang profesional, berintegritas, dan berprestasi.

    Penerapan sistem penghargaan yang objektif, disiplin yang konsisten, serta kepedulian terhadap kesehatan personel menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang Presisi, humanis, dan dipercaya masyarakat.

    Dengan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya, Aman Bae!”, Polda Sumsel terus memperkuat pengabdian untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Selatan

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam

    Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas
    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho

     

    SUMSEL Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho memerintahkan seluruh jajaran kepolisian meningkatkan patroli selama 24 jam, memperkuat edukasi kepada masyarakat, hingga menindak tegas pelaku pembakaran lahan.

    Kapolda menegaskan ancaman karhutla harus diantisipasi sejak dini melalui langkah pencegahan yang terukur, pengawasan lapangan secara berkelanjutan, hingga penegakan hukum tanpa kompromi.

    “Ancaman Karhutla sudah di depan mata. Saya perintahkan seluruh fungsi operasional dan Bhabinkamtibmas segera bergerak di lapangan. Gencarkan edukasi, perkuat mitigasi, lakukan patroli pencegahan dan ground checkingsecara masif. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap korporasi maupun individu yang sengaja melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

    Menurut Sandi, patroli tidak hanya bertujuan menemukan titik api sejak dini, tetapi juga memastikan masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu bencana asap dan kerusakan lingkungan.

    Selain fokus pada penanganan karhutla, Kapolda juga meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Ia mengajak seluruh anggota Polri menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai motivasi dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    “Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tetap menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah masing-masing, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan. Aplikasikan semangat ’45 dalam memelihara kamtibmas, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

    Kapolda juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana karhutla.

    Dalam kesempatan yang sama, Polda Sumsel memberikan penghargaan kepada 177 satuan kerja dan personel berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja selama menjalankan tugas.

    Menutup arahannya, Sandi mengingatkan seluruh personel agar tetap menjaga kondisi fisik di tengah meningkatnya intensitas tugas selama musim kemarau.

    “Tugas ke depan akan menguras tenaga dan pikiran. Jagalah kesehatan dan pola hidup yang baik. Rekan-rekan adalah aset berharga bagi institusi sekaligus keluarga yang menunggu di rumah,” pesannya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan untuk menghadapi musim kemarau melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor.

    Ia menegaskan, upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.

    “Sesuai arahan Bapak Kapolda, Polda Sumsel bersama Satgas Karhutla siap siaga selama 24 jam untuk melakukan patroli, deteksi dini, serta penanganan cepat terhadap setiap potensi kebakaran maupun gangguan kamtibmas. Kami juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Nandang.

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam

    Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas
    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho

     

    SUMSEL Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho memerintahkan seluruh jajaran kepolisian meningkatkan patroli selama 24 jam, memperkuat edukasi kepada masyarakat, hingga menindak tegas pelaku pembakaran lahan.

    Kapolda menegaskan ancaman karhutla harus diantisipasi sejak dini melalui langkah pencegahan yang terukur, pengawasan lapangan secara berkelanjutan, hingga penegakan hukum tanpa kompromi.

    “Ancaman Karhutla sudah di depan mata. Saya perintahkan seluruh fungsi operasional dan Bhabinkamtibmas segera bergerak di lapangan. Gencarkan edukasi, perkuat mitigasi, lakukan patroli pencegahan dan ground checkingsecara masif. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap korporasi maupun individu yang sengaja melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

    Menurut Sandi, patroli tidak hanya bertujuan menemukan titik api sejak dini, tetapi juga memastikan masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu bencana asap dan kerusakan lingkungan.

    Selain fokus pada penanganan karhutla, Kapolda juga meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Ia mengajak seluruh anggota Polri menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai motivasi dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    “Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tetap menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah masing-masing, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan. Aplikasikan semangat ’45 dalam memelihara kamtibmas, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

    Kapolda juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana karhutla.

    Dalam kesempatan yang sama, Polda Sumsel memberikan penghargaan kepada 177 satuan kerja dan personel berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja selama menjalankan tugas.

    Menutup arahannya, Sandi mengingatkan seluruh personel agar tetap menjaga kondisi fisik di tengah meningkatnya intensitas tugas selama musim kemarau.

    “Tugas ke depan akan menguras tenaga dan pikiran. Jagalah kesehatan dan pola hidup yang baik. Rekan-rekan adalah aset berharga bagi institusi sekaligus keluarga yang menunggu di rumah,” pesannya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan untuk menghadapi musim kemarau melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor.

    Ia menegaskan, upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.

    “Sesuai arahan Bapak Kapolda, Polda Sumsel bersama Satgas Karhutla siap siaga selama 24 jam untuk melakukan patroli, deteksi dini, serta penanganan cepat terhadap setiap potensi kebakaran maupun gangguan kamtibmas. Kami juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Nandang.

  • Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas

    Kapolda Sumsel Perintahkan Patroli Karhutla 24 Jam, Pelaku Pembakar Lahan Bakal Ditindak Tegas
    Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho

     

    SUMSEL Menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho memerintahkan seluruh jajaran kepolisian meningkatkan patroli selama 24 jam, memperkuat edukasi kepada masyarakat, hingga menindak tegas pelaku pembakaran lahan.

    Kapolda menegaskan ancaman karhutla harus diantisipasi sejak dini melalui langkah pencegahan yang terukur, pengawasan lapangan secara berkelanjutan, hingga penegakan hukum tanpa kompromi.

    “Ancaman Karhutla sudah di depan mata. Saya perintahkan seluruh fungsi operasional dan Bhabinkamtibmas segera bergerak di lapangan. Gencarkan edukasi, perkuat mitigasi, lakukan patroli pencegahan dan ground checkingsecara masif. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu terhadap korporasi maupun individu yang sengaja melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.

    Menurut Sandi, patroli tidak hanya bertujuan menemukan titik api sejak dini, tetapi juga memastikan masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar yang dapat memicu bencana asap dan kerusakan lingkungan.

    Selain fokus pada penanganan karhutla, Kapolda juga meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

    Ia mengajak seluruh anggota Polri menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai motivasi dalam menjalankan tugas melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.

    “Saya menginstruksikan kepada seluruh jajaran agar tetap menjaga kondusivitas kamtibmas di wilayah masing-masing, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan. Aplikasikan semangat ’45 dalam memelihara kamtibmas, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

    Kapolda juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan maupun bencana karhutla.

    Dalam kesempatan yang sama, Polda Sumsel memberikan penghargaan kepada 177 satuan kerja dan personel berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja selama menjalankan tugas.

    Menutup arahannya, Sandi mengingatkan seluruh personel agar tetap menjaga kondisi fisik di tengah meningkatnya intensitas tugas selama musim kemarau.

    “Tugas ke depan akan menguras tenaga dan pikiran. Jagalah kesehatan dan pola hidup yang baik. Rekan-rekan adalah aset berharga bagi institusi sekaligus keluarga yang menunggu di rumah,” pesannya.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan seluruh jajaran kepolisian telah disiagakan untuk menghadapi musim kemarau melalui patroli terpadu, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi lintas sektor.

    Ia menegaskan, upaya pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh masyarakat.

    “Sesuai arahan Bapak Kapolda, Polda Sumsel bersama Satgas Karhutla siap siaga selama 24 jam untuk melakukan patroli, deteksi dini, serta penanganan cepat terhadap setiap potensi kebakaran maupun gangguan kamtibmas. Kami juga mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Nandang.

  • Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Berhasil Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur Berhasil Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    Sumber: BNN

    Perang melawan peredaran gelap narkotika terus menunjukkan hasil. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur kembali berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat 5.440 gram bruto yang diduga akan diedarkan di berbagai wilayah di Jawa Timur.

    Keberhasilan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan secara intensif oleh petugas. Dari hasil operasi tersebut, dua orang tersangka berhasil diamankan beserta lima paket sabu sebagai barang bukti.

    Meski demikian, pengungkapan kasus ini belum berhenti. BNNP Jawa Timur masih terus melakukan pengembangan guna memburu pelaku lain yang diduga menjadi pengendali jaringan dari luar daerah.

    Langkah ini merupakan bagian dari komitmen aparat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke akar jaringannya.

    BNNP Jawa Timur menegaskan bahwa setiap keberhasilan mengungkap peredaran narkotika bukan hanya tentang menyita barang bukti atau menangkap pelaku, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan generasi muda, serta mengancam ketahanan bangsa.

    Masyarakat pun diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi menjadi salah satu kunci penting dalam mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

    Dengan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, diharapkan upaya mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat terus diperkuat.

    #BNN #BNNPJawaTimur #WarOnDrugs #IndonesiaBersinar #StopNarkoba

  • BNNP Jawa Timur Berhasil Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    BNNP Jawa Timur Berhasil Gagalkan Peredaran 5,4 Kilogram Sabu

    Sumber: BNN

    Perang melawan peredaran gelap narkotika terus menunjukkan hasil. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur kembali berhasil menggagalkan upaya peredaran narkotika jenis sabu seberat 5.440 gram bruto yang diduga akan diedarkan di berbagai wilayah di Jawa Timur.

    Keberhasilan tersebut berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan secara intensif oleh petugas. Dari hasil operasi tersebut, dua orang tersangka berhasil diamankan beserta lima paket sabu sebagai barang bukti.

    Meski demikian, pengungkapan kasus ini belum berhenti. BNNP Jawa Timur masih terus melakukan pengembangan guna memburu pelaku lain yang diduga menjadi pengendali jaringan dari luar daerah.

    Langkah ini merupakan bagian dari komitmen aparat dalam memutus mata rantai peredaran narkotika hingga ke akar jaringannya.

    BNNP Jawa Timur menegaskan bahwa setiap keberhasilan mengungkap peredaran narkotika bukan hanya tentang menyita barang bukti atau menangkap pelaku, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat merusak kesehatan, menghancurkan masa depan generasi muda, serta mengancam ketahanan bangsa.

    Masyarakat pun diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar. Peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi menjadi salah satu kunci penting dalam mempersempit ruang gerak jaringan narkotika.

    Dengan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, diharapkan upaya mewujudkan Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dapat terus diperkuat.

    #BNN #BNNPJawaTimur #WarOnDrugs #IndonesiaBersinar #StopNarkoba

  • Home Industry Vape Narkoba Etomidate Diungkap, Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Home Industry Vape Narkoba Etomidate Diungkap, Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir

    Peredaran gelap narkotika terus berkembang dengan berbagai modus untuk mengelabui masyarakat. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah penyalahgunaan pod vape yang mengandung zat berbahaya, seperti etomidate. Modus ini memanfaatkan bentuk produk yang menyerupai vape pada umumnya sehingga sulit dikenali dan berpotensi membahayakan penggunanya.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa vape tidak lagi sekadar rokok elektrik. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan pod maupun cairan vape yang tidak jelas asal-usul, kandungan, dan legalitasnya. Tingkatkan kewaspadaan serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Mari bersama melindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba.

    Modus peredaran narkotika terus berkembang. Salah satunya melalui pod vape yang disalahgunakan dengan kandungan zat berbahaya, seperti etomidate.

    BNNP Sumatera Utara berhasil mengungkap praktik home industry pod vape narkotika dan mengamankan 5 tersangka serta menyita 261 pod vape yang mengandung zat etomidate. Dari hasil penyidikan sementara, jaringan ini diduga terhubung dengan pemasok yang berada di luar negeri dan masih terus dikembangkan.

    Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa vape bukan lagi sekadar rokok elektrik. Jangan pernah menggunakan pod atau cairan vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya.

    Mari bersama lindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman narkotika.

    #WarOnDrugsForHumanity #IndonesiaBersinar #AnandaBersinar #BNNRI #BNNPSumut

  • Home Industry Vape Narkoba Etomidate Diungkap, Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Home Industry Vape Narkoba Etomidate Diungkap, Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir

    Peredaran gelap narkotika terus berkembang dengan berbagai modus untuk mengelabui masyarakat. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah penyalahgunaan pod vape yang mengandung zat berbahaya, seperti etomidate. Modus ini memanfaatkan bentuk produk yang menyerupai vape pada umumnya sehingga sulit dikenali dan berpotensi membahayakan penggunanya.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa vape tidak lagi sekadar rokok elektrik. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan pod maupun cairan vape yang tidak jelas asal-usul, kandungan, dan legalitasnya. Tingkatkan kewaspadaan serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Mari bersama melindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba.

    Modus peredaran narkotika terus berkembang. Salah satunya melalui pod vape yang disalahgunakan dengan kandungan zat berbahaya, seperti etomidate.

    BNNP Sumatera Utara berhasil mengungkap praktik home industry pod vape narkotika dan mengamankan 5 tersangka serta menyita 261 pod vape yang mengandung zat etomidate. Dari hasil penyidikan sementara, jaringan ini diduga terhubung dengan pemasok yang berada di luar negeri dan masih terus dikembangkan.

    Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa vape bukan lagi sekadar rokok elektrik. Jangan pernah menggunakan pod atau cairan vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya.

    Mari bersama lindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman narkotika.

    #WarOnDrugsForHumanity #IndonesiaBersinar #AnandaBersinar #BNNRI #BNNPSumut

  • Home Industry Vape Narkoba Diungkap, Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Home Industry Vape Narkoba Diungkap, Modus Baru Narkotika Berkedok Pod Vape

    Halo Lokal. Sumber ilustrasi: PEXELS/Ahmad Syahrir

    Peredaran gelap narkotika terus berkembang dengan berbagai modus untuk mengelabui masyarakat. Salah satu yang kini menjadi perhatian adalah penyalahgunaan pod vape yang mengandung zat berbahaya, seperti etomidate. Modus ini memanfaatkan bentuk produk yang menyerupai vape pada umumnya sehingga sulit dikenali dan berpotensi membahayakan penggunanya.

    Kasus ini menjadi pengingat bahwa vape tidak lagi sekadar rokok elektrik. Masyarakat diimbau untuk tidak menggunakan pod maupun cairan vape yang tidak jelas asal-usul, kandungan, dan legalitasnya. Tingkatkan kewaspadaan serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Mari bersama melindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika demi mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba.

    Modus peredaran narkotika terus berkembang. Salah satunya melalui pod vape yang disalahgunakan dengan kandungan zat berbahaya, seperti etomidate.

    BNNP Sumatera Utara berhasil mengungkap praktik home industry pod vape narkotika dan mengamankan 5 tersangka serta menyita 261 pod vape yang mengandung zat etomidate. Dari hasil penyidikan sementara, jaringan ini diduga terhubung dengan pemasok yang berada di luar negeri dan masih terus dikembangkan.

    Pengungkapan ini menjadi pengingat bahwa vape bukan lagi sekadar rokok elektrik. Jangan pernah menggunakan pod atau cairan vape yang tidak jelas asal-usul dan kandungannya.

    Mari bersama lindungi diri, keluarga, dan generasi muda dari ancaman narkotika.

    #WarOnDrugsForHumanity #IndonesiaBersinar #AnandaBersinar #BNNRI #BNNPSumut

  • Menjaga Jakarta bukan hanya tentang pengamanan, tetapi juga tentang Sinergitas Dan kebersamaan

    Menjaga Jakarta bukan hanya tentang pengamanan, tetapi juga tentang Sinergitas Dan kebersamaan


    JAKARTA – Menjaga stabilitas dan keamanan ibu kota serta daerah penyangganya bukanlah tugas yang bisa dipikul oleh satu instansi saja. Di tengah dinamika tantangan keamanan yang terus berkembang, kesolidan antara aparat kepolisian dan satuan TNI menjadi fondasi utama demi menghadirkan rasa aman bagi masyarakat.

    Komitmen tersebut ditegaskan kembali dalam pertemuan penuh kehangatan antara tiga pimpinan jajaran TNI dan Polri. Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri bersama Pangdam Jaya Letjen TNI Deddy Suryadi melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando (Mako) Kopassus di Cijantung, Jakarta Timur, untuk menemui Komandan Jenderal Kopassus, Letjen TNI Djon Afriandi.

    Pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin biasa, melainkan simbol kuat dari komunikasi, koordinasi, dan solidaritas lintas satuan yang tak teroyak.

    Tiga Pilar “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, Jaga Indonesia Utuh”

    Dalam kesempatan tersebut, ketiga pimpinan menegaskan kembali semangat kebersamaan melalui narasi utama: “Jaga Jakarta, Jaga Jayakarta, dan Jaga Indonesia Utuh.”

    Sinergi antara Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus memegang peranan kunci dalam:

    Meningkatkan Komunikasi & Koordinasi: Memastikan pertukaran informasi dan penanganan potensi gangguan keamanan berjalan cepat dan tepat sasaran.
    Menghadapi Tantangan Dinamis: Mengantisipasi berbagai potensi kerawanan sosial dan potensi gangguan keamanan di kawasan metropolitan.
    Memberikan Pelayanan Terbaik: Menghadirkan ketenangan, rasa aman, serta stabilitas bagi seluruh lapisan warga Jakarta dan sekitarnya.
    “Keamanan kawasan metropolitan adalah cermin stabilitas nasional. Kolaborasi yang erat antara Kepolisian dan TNI adalah jaminan bahwa masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman.”
    Wujud Nyata Pelayanan untuk Masyarakat

    Kerja sama yang terjalin erat ini diharapkan tidak hanya berdampak pada aspek teknis pengamanan, tetapi juga membawa kesejukan bagi warga Jakarta. Ketika TNI dan Polri berjalan beriringan dengan soliditas tinggi, masyarakat mendapatkan kepastian bahwa keamanan negara ditangani oleh pilar-pilar yang kokoh dan tepercaya.

    Melalui langkah silaturahmi ini, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Kopassus kembali membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam menjaga ketertiban, merawat persatuan, serta mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).